[Article][carousel][6]

Sabtu, 12 Agustus 2017

Jumat, 05 Mei 2017

TEMU ALUMNI 2017

Mei 05, 2017
          Kita hidup di dunia ini tidak sendiri. Kita hidup dalam masyarakat yang sangat majemuk. Keberagaman yang ada membuat kita harus senantiasa menjalin silaturahmi dengan orang lain. Jangan sampai perbedaan menghalangi kita untuk menjalin persaudaraan, karena dengan persaudaraan, kita dapat lebih siap untuk hidup bermasyarakat. Terlebih lagi persaudaraan yang terjalin antar sesama muslim, yang biasa kita kenal dengan nama ukhuwah islamiyah,maka dari itu kita harus senantiasa menjalin ukhuwah islamiyah seperti halnya pada tanggal 17 Maret 2017 di kampus SMA Ar-Rahmah

          SMA Ar-Rahmah Malang berdiri sejak tahun 1987, saat ini memiliki jumlah santri lebih dari 250 santri dan memiliki 17 angkatan alumni. Pada hari Jumat, 17 Maret 2017 mengadakan Temu Alumni Perdana angkatan ke 17 dan 16 yang menghadirkan lebih dari 30 alumnus dengan tema “Study,Business and Experience”.

         Nabi Muhammad saw. bersabda, “Allah swt. berfirman, ‘Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang mencintai karena Aku, keduanya saling berkunjung karena Aku, dan saling memberi karena Aku’.” (Imam Malik dalam Al-Muwaththa’)

          Seusuai hadist di atas tujuan diadakannya temu alumi ini yaitu memper erat ukhuwah islamiyah dan sekaligus memberi bekal untuk para santri bagi masa yang akan datang. Beberapa tujuan diadakan Temu Alumni ini yaitu untuk menjalin tali persaudaraan dan kekeluargaan, membentuk wadah organisasi alumni guna meningkatkan komunikasi dan demi menyelenggarakan beberapa kegiatan alumni serta untuk menunjang eksistensi kampus Ar-Rahmah.

         Acara di buka pukul 09.00 dengan tilawatil quran yang dibacakan oleh Ahmad Alfandi Ali dilanjutkan dengan perkenalan alumnus, dan sesi inti yaitu tanya jawab dan kemudian ditutup dengan doa bersama.

         Sesi tanya jawab berlangung dengan antusias, para santri yang sebelumnya tidak mengerti tentang dunia perkuliahan menjadi paham akan apa saja yang harus disiapkan sebelum memulai proses kedewasannya itu. Seperti cara menjaga diri dari hasutan turunnya keimanan yang disebabkan oleh pergaulan bebas dan ideology yang beagam dan juga mempersiapkan diri sejak dini untuk memasuki fakultas dan universitas yang diinginkan

          Dengan adanya acara ini kita dapat mengambil faedah berupa pentngnya memperkuat ukhuwah islamiyah dan pentingnya belajar dari pengalaman seseorang. Karna sebaik-baiknya guru yaitu pengalaman

your best teacher is experience


Selasa, 04 April 2017

BOARSCHAR X GONTOR (SSE)

April 04, 2017

                Banyak sekali pelajaran yang didapat pengurus OSIS SMA AR-ROHMAH dalam kegiatan Study Social Experience di pondok GONTOR.
                Sebuah pengalaman yang sangat berharga ketika dapat merasakan kehidupan di Pondok Pesantran yang sudah berusia sembilan puluh tahun itu. Walaupun hanya dalam waktu yang singkat, dari tanggal 1 – 2 Maret 2017.
                Dua hari itu benar-benar dimanfaatkan dengan sanagt baik oleh para pengurus OSIS untuk menimba ilmu sebanyak banyaknya dari Pesantren senior tersebut. Dari pertama kali sampai disana merekan langsung disuguhi dengan sejarah Gontor dari awal berdirinya hingga sudah sebesar kini. Segala hal tentang gontor mulai dari para pendiri sampai seluk beluknya dijelaskan disini.
                 Seusainya menjama’ qosor taqdim solah Dzuhur- Asar dam makan siang para pengurus OSIS sudah tidah sabar menghilangkan rasa penasarannya. Di pertemun kedua mereka dibuat terbakar dengan semangat untuk belajar berbahasa asing, setelah diceritakan tentang kehidupan berahasa disana.
                Sore harinya digunakan untuk bekeliling melihat dari dekat kegiata para santri. Tak lupa juga mereka mengabadikan setiap hal menarik disana dalam kamera. Kediatan disana sangat bragam.ada yang bermain berolahraga, mengaji, bahkan ada yang sedang melaksanakan hukumannya.  Sampai terdengar suara murottal dari masjid Gontor semua aktifitas dihentikan. Dan ternyata bukah hanya di Asrama SMA AR-ROHMAH di Gontor pun mereka juga harus mengantri mandi sekian lama.
                Dan diacara intinya ketika OSIS SMA AR-ROHMAH dipertemukan dengan OPPM Gontor. Awalnya akan diadakan presentesi untuk memperkenalkan organisasi dari masing-masing pihak. Tetapi karena karena karena dari pihak OPPM tidak membuat bahan presentasi, maka jadilah mereka dipertemukan dengan masing masing departemen. Ternyata itu bukanlah ide yang buruk karena mereka bisa mendapat ilmu yang lebih rinci dari masing-masing bidang.
                Keesokan harinya mereka diperkenalkan dengan Gontor TV yang bisa dibilang sekarang sudah sangat famaous untuk sebuah madia dakwah.dalam pertemuan ini diawali dengan menonton salah satu film pendek karya Gontor TV. Dilanjutkan dengan menceritakan sejarah Gontor TV. Dari ketika berkali-kali mendapat penolakan oleh pak yai hingga akhirnya diterima dengan menunjukkan banyak karya dahulu. Lalu mereka diberikan pengenalan alat alat yang digunakan dalam proses pembuata video.

                Yang terakhir. Selururuh runtutan acara tersebut ditutup dengan penyerahan cinderamata dari SMA AR-ROHMAH Malang kepada gontor dan foto bersama di depan masjid Gontor

Selasa, 21 Maret 2017

Sorry BUKAN MAHROM

Maret 21, 2017
             
   Assalamualaikum wr. wb.
                Yang bentar lagi liburan mana suaranya!? gimana akhi sudah siapin rencana buat liburan? udah janjian mau bukber dimana? Atau jangan jangan udah mulai ngurangin jajan ke kantin untuk bekal liburan ke destinasi impian kalian?
                Hahaha, dasar anak pesantren. Padahal liburan masih tiga bulan lagi udah gak sabar aja pingin balik ke kampong halaman. Tenang, kita semua ngerasain kok. Biasalah anak pesantren.kangen rumah.
                Anak zaman sekarang kaya kita-kita gini gak lengkap Romadhonnya kalo gak ada acara bukber. Iya kan? Entah itu bukeber SMP, bukber geng nongkrong atau apa aja deh pasti diada-adain yang penting bukber, foto bareng terus update sosmed. Lengkap deh.
                Nah. Ini dia masalahnya kalo diacara bukber kalian bukan Cuma cowok doang pesertanya alias ada ceweknya. Hey apa salahnya coba? Mereka kan temen kita, lagian kan itung-itung cuci mata udah lama gak liat cewek selain ibu dapur, ibu kantin sama ibu laundry. Kemon man kita ini anak pesantren. Apa gunanya coba kita elajar al-Qur’an, minhajul muslim, riyadussalihin dan kawan-kawan kitab tebal lainnya  kalo bukan buat diamalin.
                Sebenarnya masalah ini bukan cuman waktu bukber aja. Waktu salam-salaman abis solat Ied sering juga sepupu-sepupu perempuan kita ngajak salaman, padahal bukan mahrom. Untuk menghadapinya ada beberapa prinsip yang harus kita pegang.
                Yang pertama. Tolak secara cool dan katakana “sorry bukan mahrom”. Wuih keren. Eits tapi jangan sampai melenceng niatnya. Diniatkan untuk dakwah dijalan Allah SWT dan mengharap ridho-Nya. Inget kan waktu pertama kali kita masuk pesantren yang pertama kali ditekankan sama para asatidz dan senior. Niat.
                Berbaur tapi jangan melebur. Okelah gapapa kita bicara sama teman-teman cewek kita tapi seperlunya aja. Usahakanlah untuk mengurangi jarak sama perempuan.kalau mau bercanda sama teman-teman yang sesama cowok aja.
                Jaga mata. Ditundukan pandangannya, jangan sampai jelalatan apalagi sampai saling tatap kayak adegan di FTV.
                Laki itu punya prinsip. So, kapanpun dan dimanapun kita harus tetap memegang teguh prinsip itu.

   

Kamis, 16 Maret 2017

SEMINAR ANTI PKI DI ARROHMAH

Maret 16, 2017


            Para santri di pondok pesantren Ar-Rohmah Hidayatullah Malang beramai-ramai mengikuti acara seminar, yang diadakan di Masjid Baiturrahmah. Seminar
yang bertajuk “Santri Benteng NKRI” yang dilaksnakan pada hari Sabtu

11 Maret 2017, sehabis para santri menyelesaikan UTS genap semester 2. Harus dibuat serius oleh pemateri yang mengisi acara itu, yaitu Alfian Tanjung sang pakar PKI yang menjelaskan secara rinci dari sejarah pertama kali PKI didirikan hingga mengalami titik kemunduran sehingga harus dibubarkan sesuai TAP MPRS nomor 25 tahun 1966. Walaupun materi yang dibawakan cukup berat dikalangan pelajar SMP maupun SMA, tapi pak Alfian dapat membawaanya dengan cukup baik dengan metode sersan (serius tapi santai) sehingga dari kalangan pelajar-pun dapat menerimanya dengan baik.
Santri kelas XI ISO Rohislam, diajukan pertanyaan oleh Ust. Alfian Tanjung 
            Dari yang beliau paparkan sesungguhnya PKI bangkit itu bukan sebuah berita hoax belaka, tapi dari sekian banyak fakta yang ada sekarang, menunjukan benarnya tentang kebangkitan tersebut. Dan juga mereka sudah tidak malu lagi untuk menunjukan keberadaan mereka. “musuh pki adalah para ulama dan santri” paparnya saat mengisi seminar tersebut.
      




 Demi kelancaran acara tersebut dari pihak panitia memisah penonton perempuan di lantai atas masjid, sedangkan laki-laki di lantai bawah. Saat acara berlangsung beliau juga tak segan-segan untuk menyapa para santri dari alangan SMP dan SMA. Dan beliau menggunakan slide untuk mempresentasikan materi, dengan video maupun power point, dengan begitu para santri tidak merasa bosan akan lamanya materi tersebut. Dan pada penghujung acara beliau membua sesi tanya-jawab terbuka bagi siapa saja yang ingin bertanya tentang PKI.  

Foto bersama dengan segenap ustadz dan takmir masjid.
     

BOARSCHAR_MALAG