Rabu, 26 Agustus 2009

Apakah kamu remaja yang punya rasa peduli?

gaulislam edisi 096/tahun ke-2 (3 Ramadhan 1430 H/24 Agustus 2009)

Kalo perhatiin tingkah laku remaja sekarang saya jadi keinget sama lagu jadul alias jaman dulu yang judulnya Astaga, potongan liriknya begini “Ooo, Astaga Apa yang sedang terjadi, astaga hendak kemana semua ini, bila kaum muda sudah tak mau lagi peduli, mudah putus asa dan kehilangan arah ”.. ehem cukup nyanyinya..

Oke-oke kayaknya ada benernya juga tuh lagu, remaja sekarang kurang peduli terhadap berbagai masalah di sekitarnya, jangan-jangan mereka berfikir mumpung masih muda, terus yang dipentingkan cuma hura-hura. Hadduh kalo pola pikirnya kayak gitu ngak banget deh ini namanya pemborosan nggak bermanfaat bin nggak ada gunanya samasekali malah bisa jadi dosa, nggak percaya?

So, kebanyakan yang dipikiran mereka masalah pribadinya melulu contohnya banyak tuch remaja yang dipikirannya gaya atau fashion terus, katanya biar tekor asal nyohor (gubragg!!) kata orang sunda mah loba gaya tapi eweuh duitna (huhuy, banyak gaya tapi uang nggak ada).

Maaf nih buat Sis (kaum hawa) nyinggung dikit, kalo ngomongin masalah gaya atau penampilan, bagi mereka fashion wajib update terus tiap detik (hehe, berlebihan), biar dibilang fashionable (mode on) katanya atau biar jadi trendsetter, tapi kalo diperhatiin kesannya justru maksain banget ya?

Coba dech liat, contohnya para remaja yang jadi korban sinetron, ngak cuma bom aja yang efeknya dahsyat, ternyata sinetron bisa lebih booming (hehe) mereka banyak yang ngikutin seleb-seleb pujaannya mulai dari ujung rambut sampe ujung kuku jempol kaki. Walaupun aurat terbuka lebar, berpenampakan bebas di muka umum dan beredar di mana-mana (udah kayak tabloid) tapi tetep aja tuh mereka ngikutin gaya seleb pujannya.

Waduh selamat menderita aja buat para ikhwan godaanya makin berat, iya apa iya? Jangan-jangan malah para cowok juga seneng liatin cewek kayak gitu, hadduch setiap ada cewek liat pasti dikomentarin “Wuichh gitar spanyol lewat, bukan cuy itumah gilingan padi, nah kalo yang ini baru buldoser” (hahaha aja-aja ada tuh).

So, seharusnya kesucian perempuan bener-bener wajib dijaga, jangan sampe malah mempermudah kaum adam melakukan zina, yang paling sering mungkin tanpa sadar dilakukan adalah zina mata. Kehormatan perempuan adalah mahkota yang tidak bisa dinilai oleh apapun, kalo pengen dihargai sama orang lain hargailah diri sendiri dulu. Amanah yang besar dari Allah Swt. (kesucian) harus selalu dijaga dengan teguh dan kuat. Rusaknya akhlak generasi bisa disebabkan pula oleh perempuan, karena itu, jagalah apa yang Allah Swt. telah berikan untuk perempuan, saya yakin bisa bikin perempuan tambah is the best deh!

Oke-oke! Bro en Sis, masalah kepedulian para remaja emang memprihatinkan mereka kurang peka terhadap masalah sekitarnya, mungkin udah jadi hobi hura-hura atau ngabisin duit buat ngebela-belain nonton konser musik yang ngak ada manfaatnya, malah sering menjerusmuskan mereka pada hal-hal yang negatif kayak tawuran, minum-minuman keras, atau pakai narkoba (sambil nonton konser).

Apa sih sebenernya yang mereka cari? Kesenangan? hmm! Kalo kesenangan yang dicari kayaknya nggak tuh, kenyataannya justru banyak yang meninggal sia-sia karena tawuran atau mati terinjak-injak karena nonton konser musik (na’udzubillahiminzalik!). Ada juga nich yang lebih mentingin malam mingguan dari pada aktif atau hadir di pengajian, nah tuch sapa yang hobi pacaran? (hmm, Pacaran? Ngak ah!).

Bro en Sis, tingkah laku yang kayak gitu bener-bener nggak baik sama sekali. Nggak bermanfaat dan bisa menjadi dosa, setuju? Ya! kalo saya sih setuju banget, bukan karena saya yang menulis artikel ini atau cuma nyidir prilaku remaja sekarang (toh saya juga masih remaja hehe), tapi itu prilaku yang amat sangat banget sekali (wah lebay deh gue!) nggak mencerminkan seorang muslim. Agama kita Islam.

So, wajib hukumnya memangdang segala suatu hal dan bertingkah laku sesuai peraturan hidup dalam Islam (nah catet tuh) dan kita wajib untuk peduli terhadap agama kita.

Buat para remaja ayo! Kita tunjukkin kepedulian kita! Lebih perhatian terhadap lingkungan sekitar. Pernah kepikiran nggak bahwa kita suka ngak sadar kalo di antara kita masih ada teman yang nggak sanggup bayar SPP karena memang tidak punya uang. Banyak teman yang pengen ngelanjutin sekolah atau kuliah tapi terbentur sama biaya. Yang lebih penting lagi banyak teman kita yang belum mengerti Islam (atau malah dia sendiri cekak pengetahuan agamanya, cape deh hikshiks) ini wajib untuk kita perhatikan.

Masih banyak yang hidup dalam kemiskinan serba kekurangan dan bahkan kelaparan yang berakibat kehilangan nyawa, apa kita ngak peduli? (Halloww!! Kok diem, masih bacakan?) Buka mata hati dan pikiran, dan harusnya perasaan kita terusik lalu kita mulai berpikir. Apa yang kita bisa lakukan buat mereka, nih?

Kepedulianpun butuh pengorbanan demi kepentingan orang lain. Ada kisah, sahabat Anas ra. pernah bagikan daging kambing yang udah dimasak kepada seorang temannya. Tapi teman itu nggak langsung menyantapnya, melainkan memberikannya kepada orang lain yang dianggap lebih membutuhkan. Teman yang disebut terakhir ini pun memberikan lagi kepada tetangganya. Begitu seterusnya, al-hasil daging itu berputar sampai sepuluh rumah. Itu salah satu contoh bentuk kepedulian sahabat Nabi yang akhirnya jadi teladan juga bagi orang-orang di sekitarnya. Itulah yang terjadi kalo jiwa sosial dan kepedulian udah menular kesemua tetangga. Keren kan?

>>>Untuk membaca KELANJUTAN artikel ini, secara lengkap silakan KLIK LINK berikut ini: http://www.gaulislam.com/buktikan-pedulimu

Salam,
Redaksi gaulsialm
[http://gaulsilam.com]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari jalin silaturahim dengan
Berikan komentar anda untuk kemajuan Blog ini.