Sabtu, 19 September 2009

Materi Pertama UTS : sumber http://mediabilhikmah.multiply.com


TAQABBALLAHU MINNA WAMINKUM
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
THAHARAH

A. PENDAHULUAN

Thaharah berasal dari bahasa Arab yang artinya bersuci. Dalam hukum Islam, soal bersuci dan segala seluk-beluknya, termasuk bagian ilmu dan amalan yang penting. Sebagai makhluk yang memiliki dimensi lahir dan bathin, maka bersuci, pada dasarnya juga terdiri dari dua aspek tersebut. Bersuci dari hal-hal yang bersifat bathiniah merupakan upaya membersihkan diri dari noda kemusyrikan, kedengkian, takabur, riya’ dan berbagai garam bentuk dosa dan maksiat lainnya, yang dapat dilakukan dengan bertaubat secara sungguh-sungguh, penuh keikhlasan, tawadhu dan mendedikasikan seluruh aktivitas hidup hanya kepada Allah swt. Sementara bersuci dari hal-hal yang bersifat lahir adalah menghilangkan segala kotoran (najis) dan hadats yang melekat pada diri, tempat dan pakaian yang dikenakan oleh seseorang.

Bersuci, dengan demikian, akan mencapai derajat kesempurnaan apabila mencakup dua aspek di atas, karenanya ia juga merupakan titik tolak dari seluruh aktivitas manusia yang ingin menjalin hubungan dengan penciptanya (berhubungan dengan iman). Sebagaimana ditegaskan berikut:

Surat Al Baqarah : 222:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya:

Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: "Haid itu adalah kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.

Hadist:

"Bersuci adalah bagian dari iman"

BERSUCI

1. Alat Bersuci

Untuk mewujudkan kesucian lahirih manusia. Islam memberikan tuntunan mengenai apa saja yang bisa digunakan sebagai sarana bersuci, yang antara lain:

a. Air

Air merupakan sarana utama yang diperintahkan sebagai alat bersuci. Dari sudut pandang syar'i, pada umumnya, air dikategorikan ke dalam empat macam, yaitu:

1.
Air yang suci dan mensucikan.
2.
Air suci tetapi tidak mensucikan
3.
Air yang bernajis (air yang terkena benda najis)
4.
Air yang makruh

Tentang Air

1. Air mutlak
2. Debu yang suci
3. Air yang Tercampur Sesuatu yang Suci
4. Air dalam jumlah yang banyak apabila berubah warnanya karena terdiam
5. Air musta’mal
6. Air yang terkena najis
7. Air yang jumlahnya mencapai dua kulah
8. Air yang tidak diketahui kedudukannya

b. Bersuci dengan selain air

Untuk bersuci dari hadas dilakukan dengan menggunakan tanah yang disebut tayamum.Sedangkan untuk bersuci dari najis, harus dengan syarat sebagai berikut:

1.
Dengan menggunakan sesuatu yang beku (padat)
2.
Dengan menggunakan sesuatu yang suci
3.
Dengan sesuatu yang dapat menghilangkan air (tubuh) najis.
4.
Tidak menggunakan seuatu yang dihormati oleh bangsa jin dan manusia, seperti sesuatu yang dimakan oleh Manusia

2. Pembagian Bersuci

a. Bersuci dari Najis

Najis merupakan kotoran yang menghalangi sahnya shalat apabila ia melekat pada badan, pakaian atau tempat dimana shalat itu dilaksanakan. Adapun najis itu sendiri dapat dirinci ke dalam tiga macam, yaitu:

*
Najis Mughaladzah
*
Najis Mutawassitah
*
Najis Mukhafafah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari jalin silaturahim dengan
Berikan komentar anda untuk kemajuan Blog ini.