Senin, 03 Mei 2010

Obama terlibat Skandal seks

Kasus Obama bukan kasus baru, sebelumnya ada Clinton dan Spitzer yang lolos dari impeachment
 
Hidayatullah.com--Surat kabar Amerika National Enquirer yang sempat membongkar skandal seks Bill Clinton, mantan Presiden Amerika kini menuduh Barack Obama, Presiden AS juga punya skandal seks dengan Vera Baker, anggota tim suksesnya dalam kampanye pemilu untuk meraih kursi di senat Amerika dari negara bagian Illinois.

National Enquirer menekankan, Obama ternyata tahun 2004 memiliki hubungan seks dengan Vera Baker, anggota tim suksesnya dalam pemilu Senat Amerika.

Namun sebetulnya ini bukan berita pertamakali tentang selingkuh Barack Obama dengan asistennya itu. Karena sebelum ini, surat kabar Inggris Daily Mail telah mempublikasikan masalah ini tahun 2008.

Masih dari National Enquirer, sekalipun Baker membantah berita ini, tapi para penentang Obama yang tergabung dalam "anti-Obama operatives" mengumumkan akan memberikan hadiah satu juta dolar kepada siapa yang memberikan informasi tentang sopir Limousine yang mengantarkan Vera Baker menemui Barack Obama di sebuah hotel di ke hotel George di Washington.

National Enquirer sendiri mengaku punya film video yang menunjukkan Obama dan Baker tengah memasuki hotel.
 
Tak Terpengaruh
 
Sebelum kasus Obama, publik Amerika juga pernah diguncang berita skandal memalukan yang melibatkan hubungan antara Presiden AS Bill Clinton dan seorang staf magang di Gedung Putih, Monica Lewinsky yang pada saat itu berumur 22 tahun. Skandal ini menyebabkan desakan impeachment terhadap Clinton pada tahun 1998.  
 
Selain Clinton, penyelidik federal telah memperoleh sebuah pengakuan yang disampaikan di bawah sumpah Gubernur New York Eliot Spitzer di tengarai main gila dengan seorang pelacur di sebuah hotel di Washington.

Spitzer dinyatakan sebagai pelanggan tetap Emperor Club, sebuah penyalur tenaga wanita esek-esek untuk kalangan elit. Club esek-esek yang berdiri sejak Oktober 2007 ini beroperasi di New York, Los Angeles, California, Miami, Florida, London, dan Paris.

Dengan didampingi istrinya, Silda Spitzer,  saat menggelar jumpa pers khusus tahun 2008, Spitzer mengakui skandal itu. Spitzer mengatakan ia menyesal, karena gagal memenuhi standar morl yang ditetapkannya untuk dirinya sendiri.
 
Melihat kasus-kasus sebelumnya, kasus Obama nampaknya tak berpengaruh apa-apa bagi publik Amerika yang tak terlalu mengandalkan moral para pemimpinnya. Sebagaimana Clinton yang lolos dari jeratan impeachment. [irb/hid/hidayatullah.com]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari jalin silaturahim dengan
Berikan komentar anda untuk kemajuan Blog ini.