Rabu, 11 April 2012

Hidayatullah.com - Ikhwan: Pencalonan "Antek Mubarak" hanya Akan Picu Kerusuhan

Hidayatullah.com - Ikhwan: Pencalonan "Antek Mubarak" hanya Akan Picu Kerusuhan
Ikhwan: Pencalonan "Antek Mubarak" hanya Akan Picu Kerusuhan

 

Selasa, 10 April 2012
Hidayatullah.com—Al Ikhwa al Muslimun (IM) memperingatkan akan terjadinya kekacauan baru jika mantan kepala intelijen di era rezim Husni Mubarak, Omar Sulaiman, berhasil merebut kursi presiden.
Kandidat pilpres dari kubu Al Ikhwan, Khairat al-Shater Senin (09/04/2012) mengutuk keras pencalonan Omar Sulaiman, yang dinilai sebagai aksi pencurian terhadap revolusi rakyat Mesir.
"Rakyat Mesir tidak mengorbankan darah mereka untuk mengembalikan anasir rezim terguling ke tampuk kekuasaan dan hal ini menurut saya sebuah aksi penjarahan terhadap revolusi rakyat," ungkap al-Shater kepada wartawan dan dilaporkan AFP dari Kairo.
Menurutnya, pencalonan Omar Sulaiman berarti merusak cita-cita revolusi rakyat Mesir dan jika perlu kami akan turun ke jalan-jalan memprotes pencalonan ini.
Sebelumnya, saat diwawancarai Koran al-Akhbar, cetakan Kairo Omar mengatakan, Ikwanul yang memiliki kursi terbanyak di parlemen telah kehilangan popularitasnya di tengah rakyat Mesir.
Seperti diketahui, Omar Sulaiman yang pernah menjadi Wakil Presiden Mesir saat revolusi tahun lalu telah mengajukan aplikasi pencalonan presiden pada Ahad (08/04/2012).
Khairat menepis kekhawatiran akan terjadinya bentrok antara kelompok Islam dan militer.
“Meski ada isu bahwa dewan militer menangani periode transisi, isu semacam itu harus diselesaikan dengan tidak menjadikannya konflik nyata dengan pasukan bersenjata,” tuturnya. Pemilu presiden (pilpres) akan digelar mulai 23 Mei. Ini merupakan pilpres pertama sejak Mubarak terguling dari kekuasaannya pada Februari 2011. Sebanyak 23 calon presiden (capres) telah mengajukan aplikasi untuk bertarung memperebutkan kursi nomor satu di Mesir.
Keterlibatan Omar Sulaiman, 75, dalam pilpres akan membuat pertarungan semakin sengit.
Sulaiman bukan satu-satunya tokoh era Mubarak yang maju sebagai capres. Mantan Perdana Menteri (PM) Mesir Ahmed Shafiq dan Mantan Menteri Luar Negeri Amr Moussa juga maju sebagai capres. Sementara,IM telah mendaftarkan kandidat kedua, Mohamed Mursi,yang memimpin gerakan Partai Keadilan dan Kebebasan (FJP).Pencalonan ini dilakukan setelah muncul rumor bahwa Khairat al-Shater mungkin tidak mampu lolos sebagai capres karena dia baru saja mendapatkan pengampunan atas vonis pengadilan sebelumnya.
FJP mendominasi pemilu parlemen Mesir awal tahun ini dan sekarang memiliki hampir setengah kursi di majelis rendah parlemen, Majelis Nasional. Khairat merupakan satu dari beberapa kandidat yang layak dipilih untuk kurri presiden, selain kandidat liberal, Ayman Nour,dan pengacara Salafy, Hazem Abu Ismail.

Hazem tampaknya dapat didiskualifikasi dari pencalonannya setelah laporan bahwa ibunya memiliki paspor Amerika Serikat yang dianggap melanggar aturan pemilu.
Sementara itu, salah satu anggota parlemen Zionis Israel sempat menyatakan dukungannya atas pencalonan Omar Sulaiman.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari jalin silaturahim dengan
Berikan komentar anda untuk kemajuan Blog ini.