Senin, 12 Mei 2014

Istighfar

Ikhwan-ikhwanku,
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak akan luput dari masalah. Bentuk nya bermacam-macam. Ada yang kesulitan mendapatkan jodoh, ada yang diuji Allah SWT dalam mendapatkan pekerjaan. Tidak sedikit dari kita, kehilangan orang yang dicintai seperti keluarga atau sahabat.
Biasanya kita merasa sedih. Dunia serasa akan runtuh. hidup terasa sempit, kita merasa sendirian dalam menjalani kerasnya kehidupan. 
http://sd.keepcalm-o-matic.co.uk/i/keep-calm-and-istighfar.pngKarena melihat masalah yang tidak ada habisnya. Allah SWT akan menguji setiap manusia dengan masalah. Itu sudah janji Allah SWT untuk menguji keimanan dan ketangguhan manusia. Bagi yang memiliki keimanan kuat, dia akan bertahan sehingga Allah SWT memberikan jalan. Tapi bagi yang lemah imannya, akan dipersulit oleh Allah SWT.
Masalah itu sangat berhubungan dengan sudut pandang seseorang. Bagi yang memandang negatif masalah akan berdampak aura negatif.

Berbeda ketika kita memandangnya sebagai peluang. Energi negatif berubah menjadi energi positif. Ketakutan berganti timbulnya rasa optimisme.
Allah sendiri sudah menegaskan, salah satu terapi mengatasi masalah adalah istighfar. Allah SWT menjamin, orang yang banyak istighfar tidak akan merugi. Dan janji Allah SWT itu pasti dan tak terbantahkan. Jika anda punya masalah kesulitan mendapatkan rezeki, dan kebahagiaan maka perbanyaklah istigfar. Jaminan itu terukir indah dalam Al-Qur’an :
Allah Ta’ala berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, 
niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).
Ikhwan sekalian
Banyak manusia, tidak menyadari kekuatan rahasia yang terkandung dalam istighfar. Biasanya istighfar hanya dimaknai sebagai permohonan ampun atas segala dosa.
Pemaknaan ini membuat kita kadang malas beristighfar. Sebagian orang “melupakan” energi besar istighfar sebagai warisan agung Rasulullah SAW.
Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).
Ya! makna istighfar sebagai penghapus dosa itu benar. Tapi sudut pandang itu terlalu sempit. Cobalah menggali lebih dalam indahnya istighfar. Sebab seandainya masalah itu penyakit, istighfar adalah obat yang mujarab. Jika sudah ada obatnya dan gratis kenapa kita tidak menikmatinya.
Sungguh, penghalang kita terhadap Allah Rabbul Izzati salah satunya adalah kebiasaan bermaksiat. Maksiat membuat rezeki kita terhalang. Maka ketika beristighfar, kita diminta memohon ampun, menjauhi maksiat,
dan meminta kebaikan. Rasulullah SAW bersabda :
Siapa yang banyak beristighfar, Allah akan membebaskannya dari berbagai kedukaan. akan melapangkannya dari berbagai kesempitan hidup, dan memberinya curahan rezeki dari berbagai arah yang tiada diperkirakan sebelumnya. (HR Ahmad)
Kebaikan itu banyak macam dan bentuknya. Salah satunya seperti yang diterangkan hadits di atas. Kesempatan mendapatkan rezeki menjadi salah satu bentuk kebaikan. Maka istigfar menjadi solusi dari 1001 masalah kita. Sungguh tak ada ruginya mengikuti sunnah Rasulullah SAW yang membiasakan 100x istigfar dalam sehari. Padahal beliau sudah mendapatkan jaminan surga dan tidak kekurangan harta dunia selama menjalani hidupnya.

Membaca istighfar sama dengan sedekah. Dengan memperbanyak beristighfar, percayalah rezeki kita akan mengalir lancar. Kesedihan hati akan hilang, digantikan kelapangan dada menerima takdir Allah. Tentunya setelah berproses dan berikhtiar (berusaha keras). Dan tahukah anda? Istighfar membuat Allah senang apalagi jika kita menjadikan sebuah rutinitas harian. 
Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari jalin silaturahim dengan
Berikan komentar anda untuk kemajuan Blog ini.