Minggu, 24 Mei 2015

Apakah Cinta-ku Dilarang?


Kehidupan adalah masa depan, dan berjodoh adalah harapan. Dua hal yang sangat rahasia dan penuh misteri, tak bisa dipastikan tapi manusia bisa mendesain seperti apa akan mewujudkannya. Keduanya tak bisa kita pastikan, tapi kita bisa mendesain sepeti apa bentuknya. Jatuh cinta dengan lawan jenis merupakan hal yang alami dan wajar. Setiap manusia pasti pernah merasakannya. Setiap hati yang masih sendiri pasti pernah bertanya kapan jodoh kita akan datang.

Berbicara masalah jodoh, butuh observasi, diskusi dan perenungan yang panjang untuk membicarakannya. Jodoh, sungguh tak ada satupun yang tahu kapan dan kemana ia kan bermuara. Lagi-lagi Sang Pangeran yang mengatur arus kehidupan ini. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha. Hanya bisa memposisikan diri sebagai diri yang baik agar mendapatkan yang baik, sesuai dengan hukum aksi-reaksinya Pencipta.

Apakah pacaran merupakan satu-satunya jalan untuk mencari jodoh? Namun sayangnya pacaran bukan jalan yang diridhoi. Karena dengan pacaran, muda mudi selangkah lebih berani mendekati zina. Semakin jauh melangkah, lebih jauh juga ridho Alloh. Kalau begitu bagaimana usaha kita bila pacaran tidak diperbolehkan? Perluaslah pergaulanmu dalam kebaikan, membuka mata lebih bijaksana. Bila dalam lingkaran kebaikan itu dirasa ada yang pas untukmu, segeralah katakan pada Maha Penyayang dalam sujudmu bahwa "Aku ingin bersamamu karena Allah, mencintaimu karena agamamu, dan menyayangimu karena akhlakmu".

Memantaskan diri adalah tindakan yang mutlak. Meningkatkan level kebaikan dan kapasitas diri secara tidak langsung menaikkan level jodoh kita kelak. Mengikuti alur cerita dari skenario kehidupan dari Sang Pencipta adalah anugerah terindah, mensyukuri nikmat yang diberikan, dan akhirnya impian yang telah tercatat rapi dalam hati akan menjadi. Jika berani menentang dan tidak sesuai dengan peraturan yang diberikanNya, tak heran bila happy ending sulit dicapai.

Semua butuh yang namanya persiapan, bagaimana kita tahu siap atau tidaknya menikah? coba lihat ibu dan ayahmu, terkait cara mereka membangun sebuah bahtera rumah tangga. Kalau dirasa kau telah siap melakukannya seperti apa yang ibu dan ayahmu lakukan, maka boleh dikatakan 50% telah siap. Bagaimana untuk menyempurnakan menjadi 100%? ingatlah bahwa ridho Allah bersama ridho orang tua. Sempurnakanlah ketika orang tua telah memberi restu anaknya untuk menunaikan sunah Nabi untuk membangun bahtera rumah tangga dengan niat menjaga diri dri gejolak hati dan hawa nafsu.

Sudah tidak tabu jika wanita mengawali pembicaan mengenai pernikahan. Dengan tetap menjaga kemuliaan seorang wanita dengan melalui perantara keluarganya. Wanita yang sholihah aalah anugerah terindah yang dimiliki suaminya kelak. Bukan masalah gengsi atau trendy, namun syar'i yang menjadi penguat hati untuk selalu berhati-hati dalam bertindak.

Pengorbanan yang benar dalam cinta bukan berkorban untuk maksiat, namun niat ikhlas dengan menyerahkan seluruh kemampuan menjaga kesucian diri dan orang yang dicintai. Bagaimana andai kita telah berharap penuh bahwa dia jodoh kita, tapi takdir berkata lain? Dan terkadang dengan cara yang tidak sesuai dengan perintah. Tak semua yang terlihat indah di kaca mata manusia itu barokah dijalanNya. Sekali lagi, tiada yang tahu kemana cinta kan bermuara. Tetap percaya Sang Pencipta memiliki skenario kehidupan yang jauh dan jauh lebih nikmat, indah dan barokah-lah yang menjadi dambaan setiap insan. Jodoh jangan dijadikan beban pikiran yang akan mempengaruhi pengapdian hidup dengan-Nya. Perbaiki hati, tingkatkan kapasitas diri, dan InsyaAllah pasti belahan jiwa disana juga akan lebih baik dan selalu terjaga dan siap untuk dinanti.

Menjadilah seorang yang Sholih atau Sholihah bila ingin memiliki pasangan yang Sholih dan Sholihah !

Sebagaimana kaum lelaki berkata: "Betapa sulitnya menemukan Wanita Sholehah di zaman sekarang."
Mungkin pernyataan diatas ada benarnya juga walaupun tidak sepenuhnya benar. Kenapa? Karena alangkah baiknya kalau pernyataan tersebut kita tujukan untuk diri sendiri terlebih dahulu sebelum diucapkan kepada orang lain.

"Sudah menjadi lelaki baikkah diriku? Sudah menjadi Lelaki Sholehkan diriku?"

"Sudah menjadi Wanita baikkah diriku? Sudah menjadi Wanita Sholehahkah diriku?"

Begitulah seharusnya kita bertanya. Kadang kita terlalu sibuk untuk menilai orang lain sehingga kita lupa untuk menilai diri sendiri.

Kadang kita terlalu sibuk mencari sosok yang baik. Kadang kita terlalu sibuk mencari sosok yang menurut kita Sholih dan Sholihah.

Sehingga muncul satu pertanyaan.., Sudah pantaskah kita berharap untuk bisa mendapatkan sosok yang Sholih atau Sholihah? Jawabannya berpulang pada diri kita masing-masing.

Janganlah bermimpi memiliki suami semulia Nuhammad Rosululloh bila kau tak sehebat Aisyah.
Janganlah bermimpi memiliki istri semulia fatimah Azzahra bila kau tak sehebat Ali.

Jangan terlalu bermimpi mendapatkan Wanita Sholihah kalau masih belum mampu menjadi Lelaki Sholih.
Jangan terlalu bermimpi mendapatkan Lelaki Sholih kalau belum mampu menjadi Wanita Sholihah.

Tak perlu bersusah payah untuk mencari yang Sholih atau Sholihah. Tapi menjadila Sholih atau Sholihah terlebih dahulu. Karena Allah SWT telah menyiapkan pasangan yang sesuai denga jati diri kita. Yang sesuai dengan kepribadian kita. Yang sesuai dengan kadar keimanan dan ketakwaan kita. Yang sesuai dengan potret diri kita sendiri.

Lelaki baik untuk Wanita baik, begitu juga sebaliknya. Itula ketetapan Allah SWT yang sudah pasti kebenarannya. Sebagaimana firman Allah:

Wanita-wanita yang tidak baik untuk lelaki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (An Nur ayat 26)

Masih mau menunggu apa lagi? Mari kita memulai dari diri sendiri dahulu untuk menjadi lebih baik. Tak perlu menunggu orang lain menjadi baik. Dan tak perlu terlalu sibuk untuk menilai orang lain yng pada akhirnya kita lupa untuk menilai diri sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari jalin silaturahim dengan
Berikan komentar anda untuk kemajuan Blog ini.