Jumat, 03 Februari 2017

Menuju Jalan Keridhaan dan Kesenangan Allah


Allah SWT menciptakan manusia untuk beribadah.Dia telah menjadikan ibadah dan penghambaan sebagai sarana untuk kemajuan dan kesempurnaan manusia.Manusia harus mengatasi kekurangannya dan pemenuhan material serta berusaha untuk mencapai kesempurnaan sejati, yang tiada lain adalah kedekatan dengan sang Kholik.
Banyak hadits yang mengungkapkan bahwa ibadah-ibadah sunnah adalah salah satu media penting untuk  dapat mendekatkan diri  dengan Allah SWT.
Melalui ibadah sunnah, seorang hamba akan menjadi hamba yang bertaqwa sehingga menjadi lebih dengan sang pencipta.
Untuk menuju keridhaan dan kesenangan Allah kita harus beriman.Semua amal kita akan diterima berdasarkan iman yang benar.Kebahagiaan di dunia maupun di akhirat nanti tergantung keimanannya.
Selain iman yang  benar, kita harus berakhlak.Akhlak adalah ornamen(hiasan) Islam.Untuk menyempurnakan moral, maka diutuslah Nabi Muhammad SAW.Tetapi, ketika kita mengevaluasi akhlak kita sekarang, maka sangat bertentangan dengan akhlak luhur  Nabi kita tercinta SAW.kita dianjurkan Allah SWT untuk menanam iman dan cinta kepadanya dalam hati kita agar kokoh, tegar, dan tabah menghadapi cobaan dan ujian keimanan dari Allah SWT.

Dari kedua jalan menuju keridhaan dan kesenangan Allah, kita perlu mengikutinya dengan amal.Ketika kita melihat amal-amal kita, tampaknya kita merasa berpuas diri.Tetapi, diterima atau tidak amal kita itu adalah hal lain lagi.Untuk diterimanya amal adalah dengan niat yang benar, niat benar itu adalah ikhlas, keikhlasan didefinisikan sebagai melakukan amal-amal tanpa mengharap ataupun menanti pujian.Sehingga, kita dapat menuju jalan keridhaan Allah memang untuk bukan untuk orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari jalin silaturahim dengan
Berikan komentar anda untuk kemajuan Blog ini.