Minggu, 19 Februari 2017

VALENTINE DAY’S AT AR - ROHMAH


 Terbesit 14 Februari, terngiang akan suatu hari
Untuk banyak mengasihi yang indah penuh cinta.
Valentine’s day, atau hari kasih sayang adalah hari yang sangat spesial bagi mereka-mereka yang  berpasangan.Mereka meyakini bahwa pada hari ini cinta akan lebih berarti ketika dinyatakan, dan kasih sayang akan lebih berasa saat hari itu diutarakan
HUH!
Atas nama santri Ar-Rohmah yang mulia,
Sungguh, tak pernah pun terbesit dalam diri kami akan hal seperti itu.

Bumi indah Ar-Rohmah kami, lebih banyak meyajikan cinta-cinta serta kasih sayang yang sebenarnya.Kami tak membeli maupun memberi coklat –  kecuali gula jawa. Kami tak sekalipun memilih seikat bunga – kecuali sama pot-nya – buat si ‘dia’.
Sungguh, belajar dan mengaji lebih indah bagi kami. Untuk duduk termenung mengingat sang ‘maha pengasih’. Dan perlu diingat, hari Valentine bukanlah suatu perayaan yang disyariatkan oleh agama Islam. Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa salam tak pernah menyuruh bahkan melakukan hal-hal laknat seperti diatas.Bahkan  Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa salam selalu memerintahkan kita untuk senantiasa berbuat baik kepada sesama.
Islam adalah Rahmatalil ‘alamin – agama yang membawa rahmat dan cinta bagi seluruh alam. Sudah sepatutnya kita menebar cinta kasih kepada setiap orang di dunia ini, terutama anda yang sedang membaca tulisan ini. Bukan hanya pada  waktu Valentine ini aja.
Bahkan maraknya perayaan hari Valentine, membuat lebih banyak terjadinya perbuatan maksiat diluar sana lebih dari biasanya.Perbuatan maksiat yang diawali dengan pacaran sudah pasti berkelok kemana-mana.Ditambah lagi hari Valentine yang  membuat statistik kemaksiatan meningkat.Namun, dengan adanya artikel ini, kami atas nama santri Ar-Rohmah, menghimbau kalian semua untuk menghentikan langkah kemaksiatan seperti pacaran.
Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa salam telah bersabda “Barang siapa yang mengikuti suatu kaum, maka ia termasuk kaumnya.” Dalam hadist tersebut sudah jelas, bahwa umat muslim tidak dianjurkan mengikuti  ataupun mengucapkan hari Valentine untuk sesama manusia.
Sejarahnya begini,
Valentine’s Day menurut literatur ilmiyah dan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal dari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.
The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Encylopedia 1998).
Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno.
Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis (penyembah berhala) dari Romawi kuno.
Katakanlah, “Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 1-6)
Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani. Sehingga seharusnya pihak MUI pun mengharamkan perayaan Valentine ini sebagaimana haramnya pelaksanaan Natal bersama.
Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang haramnya umat Islam ikut menghadiri perayaan Natal masih jelas dan tetap berlaku hingga kini. Maka seharusnya juga ada fatwa yang mengharamkan perayaan valentine khusus buat umat Islam.
Mengingat bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain.

Sungguh, menghabiskan waktu dengan mengaji, belajar,bersama orang tua lebih mulia dan berpahala daripada dengan “dia” yang sudah pasti berdosa karena mendekati  zina.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari jalin silaturahim dengan
Berikan komentar anda untuk kemajuan Blog ini.